Laman

Selasa, 13 Juli 2010

Kamar Kosku Yang Ngak Seberapa

Oke...
Kamar Aku Terletak Tepatnya Di Sudut Kiri Pintu masuk...
Gedungnya Berada paling Belakang Tempat Kos Kami Ini...


kita lihat gambar berikut..







*orang yang di gambar itu Vero.. teman saya...


Bagaimana Menurut Anda..?? Cukup Bagus Lah Untuk Sebuah Kamar Kos..

lalu Ini Meja Kerja Saya...




Hmm...
Ini Aja Yang Mau Ku Posting..
Maaf Kalau Ngak bermanfaat.. hahaha...
Selengkapnya...

Kesan Pertama Di Tempat Kos

Waduh...
Baru pertama kalinya aku ngerasain tinggal di kamar kos...
rasanya kayak di penjara seh.. tapi sebenarnya seru...

entah berapa lama aku akan bertahan disini...
tapi aku harus bertahan..
masak kalah sih ama Ke'mandiri'an...
harus Bisa..
karena banyak yang mendoakan aku sukses.. walau kelihatan sendiri tapi aku ngak sendiri.. aku mempunyai ibu kos..
aku mempunyai teman..
pokoknya aku harus bisa.!!

Semangat!!!!
Selengkapnya...

Minggu, 13 September 2009

SEJARAH TPCA



TPCA atau Tim Pengelola Ceramah Agama lahir dari keprihatinan sebagian siswa/I SMAN 3 Banda Aceh (saat itu masih SMU 3) atas mewabahnya demam “Valentine Day”pada tahun 1985. Mereka memandang bahwa wabah tersebut dapat mengotori kesucian budaya Aceh yang bersendikan Islam. Para siswa SMA 3 itu yang di motori oleh Maulizar Mustafa dan didukung oleh Righayatsyah, Harun Ar-Rasyid, Adnan Rahmad Kudunga dan lain-lain, mencoba menyadarkan teman-teman mereka sesame siswa SMANTIG serta dibantu oleh Kepsek saat itu yaitu Bapak Zainuddin SH.
Mereka kemudian diberikan waktu oleh pihak sekolah untuk memberikan ceramah pada setiap hari Jum’at. Berkat usaha gigih mereka dan bantuan sekolah, siswa SMANTIG menyadari bahayanya budaya Valentine Day. Pada bulan Juli 1985, mereka membentuk sebuah organisasi keislaman yang bernama TPCJ atau Tim Pengelola Ceramah Jumat. Baru pada tanggal 26 Januari 1986, TPCJ berubah nama menjadi TPCA dengan Ketua Umum Pertamanya adalah kanda Maulizar Mustafa, dengan Pembina Ibu Zuraida Ahmad. Motivasi awal berdirinya TPCA adalah :

• Menggerakkan Islam di SMANTIG,
• Adanya Organisasi Ramaja Islam yang dapat mengkoordinir kegiatan-kegiatan agama,
• Mengetasi demam Valentine Day.

Seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan zaman, TPCA terus berkembang dengan pesat. TPCA sempat menjadi organisasi yang populer dengan kegiatan-kegiatan yang padat, terutama majalah dinding dan majalah Intifadah yang dikenal dengan si KERIDIK ( Kecil, Menarik, Apik ) Walau kesulitan ekonomi akibat krisis membuat penerbitannya terhenti.
Layaknya seperti roda, maka perjalanan TPCA pun punya masa-masa kesuraman. Kalaulah memang, saat ini dikatakan sebagai masa kesuraman TPCA, maka bukanlah saatnya kita menyalahkan. Tapi ini saatnya kita sama-sama memperbaiki kekurangan yang ada.


By: Teuku Aulia Akbar
Selengkapnya...

Rabu, 09 September 2009

J-Rocks Indonesia



















J-Rocks adalah band yang berdiri pada tahun 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum). Aliran band mereka adalah Japanese pop/rock. Album perdana mereka, Topeng Sahabat dirilis pada tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Into the Silent" dan "Serba Salah". Saat ini mereka dinaungi oleh label Aquarius Musikindo. Pencinta J-Rocks biasa disebut J-Rockstars.



Nama J-rocks sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta musik Jepang di Indonesia karena nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock. Inspirasi nama J-ROCKSTARS adalah dari sebuah stiker bertuliskan ROCKSTAR, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar (bintang musik rock). Tambahan huruf J di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena awalnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa). Nama J-ROCKSTARS akhirnya disingkat menjadi J-ROCKS karena adanya masalah penyebutan, sementara nama J-ROCKSTARS sendiri menjadi nama dari fans J-ROCKS.

Awal 2004, JRS (singkatan dari J-ROCKSTARS) mengikuti festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005.

Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua berjudul Spirit, J-Rocks memasukkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock 'n Roll (Juwita Hati), Waltz/ Victorian (Tersesal), blues, klasik ;;(classic), dan masih banyak lagi.

Pada lagu berjudul "Kau Curi Lagi" mereka memperkenalkan gitaris wanita, Prisa Rianzi dan pada lagu "Juwita Hati" mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang , Sato , Boppy pada video klip ini berperan sebagai fans J-Rocks yang mengejar idolanya dari Indonesia sampai ke Jepang. Konsep yang menarik membuat video klip ini populer di Indonesia.

J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka itu rencananya akan dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008.

Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena mereka terpilih menjadi band terbaik di ajang A Mild Live Soundrenaline 2008. Band yang digawangi Iman (vokal dan gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum) ini terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema free your voice dan berhasil membawa tema save our music and culture.

Bagi band yang beraliran Japanese pop/rock itu, perjalanan menuju Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang untuk bisa go international. Untuk rekaman nanti mereka menyiapkan tiga lagu singel yang rencananya akan dirilis oleh PT Aquarius Musikindo. Lagu-lagu tersebut sementara diberi judul Falling Love, Hanya Aku, dan Meraih Mimpi.

Di Abbey Road nanti mereka akan ditangani oleh Chris Butler, sound engineer ternama yang pernah menangani band Oasis, Supergrass, dan Divine Comedy. Abbey Road Studios didirikan pada November 1931 oleh EMI di London. Sejumlah artis musik tersohor pernah merekam lagu mereka di studio itu, seperti The Beatles, Pink Floyd, Oasis, Josh Groban, Radiohead, Muse, Green Day, Spice Girls dan U2. (bug/tempointeraktif)

(Topeng Sahabat) (2005)
(Spirit) (2007)
(Road To Abbey) (Mini Album) (2009)


Anggota:
Swara Wima Yoga - bass
Iman Taufik Rachman - vokal, gitar
Sony Ismail Robbayani - gitar
Anton Rudy Kelces - drum





By: Fuad Dirja
Selengkapnya...